Tutorial Cara Merajut Sweater Laki-laki Bagi Pemula


Di musim hujan seperti ini, cocoknya memang mengenakan sweater yang hangat, apalagi sweater rajut dengan jenis benang rajut yang halus, lembut, dan menghangatkan. Sehingga anda masih bisa beraktivitas meskipun cuaca sedang dingin.

Terlebih bagi anda yang ingin jalan-jalan atau berdomisili di luar negeri dengan 4 musim yang berbeda. Karena pada saat musim dingin tiba, anda tidak akan sanggup beraktivitas tanpa mengenakan baju tebal/sweater, syal/scraf, bahkan sering beraktivitas di bawah selimut tebal 😀

Untuk itulah, pada artikel kali ini, kami berbagi tutorial cara merajut sweater untuk laki-laki, terutama bagi pemula. Sekaligus sebagai jawaban dari salah satu penanya zonakreatif.com.

Pola rajutan dan jenis tusuk yang kami pakai di sini menggunakan motif rajutan dasar untuk pembuatan sweater rajut, seperti: motif rajutan ribbing stitch, tusuk dasar knit, purl, slip, dan bind off. Sehingga lebih mudah untuk anda ikuti.

Anda bisa menambahkan atau menggabungkan 2 atau lebih motif rajutan yang sesuai dengan keinginan. Anda bisa mempelajarinya pada artikel yang berjudul 19 jenis pola dasar rajut knitting (motif rajutan) sederhana dan mudah dibuat.

Berikut bahan dan peralatan rajut yang perlu anda siapkan:

  • Benang rajut wearable (di sini menggunakan jenis benang bernat softee baby / 3 light / berat ±120 g, sehingga menghabiskan 3 gulung benang).
  • 2 Jarum rajut melingkar dengan sambungan yang panjang (long circular knitting needle).
  • 1 Jarum rajut melingkar dengan ukuran sambungan sedang ±65/80cm.
  • 1 jarum tapestry/sewing needle.
  • Stitch marker/penanda tusukan (jika diperlukan).
  • Row counter (jika diperlukan).
  • Knitting gauge (jika diperlukan).
  • Size sweater: S dengan lingkar dada 34 – 36cm.

Perlu diingat: ukuran jarum rajut menyesuaikan dengan jenis benang rajut yang anda gunakan.

Tutorial cara merajut sweater laki-laki/pria bagi pemula:

Langkah 1: Buat CO sebanyak 150 sts (kelipatan 5 sts), dengan menggabungkan kedua jarum rajut agar lubang CO menjadi longgar. Hal ini berguna untuk memudahkan anda merajut baris pertama dan seterusnya.

Langkah 2: Pastikan semua sts CO yang anda buat benar dan tidak ada yang terlilit (lurus dari ujung ke ujung satunya). Karena jika ada kesalahan, maka sweater yang anda buat akan amburadul, dan tidak ada solusi kecuali anda bongkar dan memulainya dari awal lagi.

Langkah 3: Buat motif rajutan ribbing sts dengan pola K3, P2 sebanyak 10 putaran.

Langkah 4: Buat K sepanjang putaran hingga 80 putaran.

Langkah 5: Tambahkan 1 sts pada tusuk ke-1 dan ke-76 hingga jumlah sts menjadi 160 sts (5 putaran). Jika perlu gunakan stitch marker sebagai penanda tusuk tambahan/increase stitch.

Langkah 6: K6, sl 1 (sl 1 kembali ke jarum kiri). Lalu pindahkan tusuk yang berada di jarum kanan ke jarum circular knitting lainnya (setengah sts dari jumlah keseluruhan untuk bagian belakang sweater), biarkan.

Langkah 7: Pastikan semua sts aman (tidak keluar dari jarum rajut).

Langkah 8: Mulailah merajut sts yang berada di kiri jarum (bagian depan sweater).

Langkah 9: (Right side) buat BO 4 sts dan K pada tusuk berikutnya hingga baris habis.

Langkah 10: Balik rajutan (wrong side) buat 4 BO lalu P pada tusuk berikutnya hingga baris habis.

Langkah 11: Lakukan langkah 9 & 10 sebanyak 30 baris.

Langkah 12: BO semua sts (72 sts), potong ujung benang dengan menyisakan beberapa centimeter, lalu rapikan.

Langkah 13: Bagian depan sweater sudah selesai, lanjutkan dengan merajut bagian belakang sweater.

Langkah 14: Sambungkan ujung benang dengan cara mengikatkan pada salah satu tusuk yang sudah ada. Buat BO 4 sts dan K pada tusuk berikutnya hingga baris habis (right side).

Langkah 15: (Wrong side) buat 4 BO lalu P pada tusuk berikutnya hingga baris habis, seperti langkah 9 & 10 pada bagian depan sweater. Ulangi hingga 36 baris.

Langkah 16: BO semua sts (72 sts), potong ujung benang dengan menyisakan beberapa centimeter, lalu rapikan.

Langkah 17: Buat CO sebanyak 20 sts untuk bagian lengan.

Langkah 18: Buat K sepanjang baris (right side) dan P sepanjang baris (wrong side) sebanyak 28 – 30 baris (atau lebih tergantung lingkar lengan anda).

Langkah 19: Gabungkan pada sweater bagian lengan sehingga ada 45 sts tambahan (total 65 sts).

Langkah 20: Buat K hingga 8 putaran.

Langkah 21: Mulailah mengurangi jumlah sts dengan K2Tog hingga tersisa 55 sts.

Langkah 22: Kurangi 1 sts pada setiap putaran sebanyak 5 putaran, sehingga tersisa 40 sts (atau dengan jumlah kelipatan 4 sts).

Langkah 23: Buat motif rajutan ribbing sts dengan pola P2, K2 sebanyak 10 putaran.

Langkah 24: BO 40 sts lalu potong benang dan rapikan.

Langkah 25: Ulangi langkah ke-17 hingga ke-24 untuk membuat lengan sebelahnya lagi.

Langkah 26: Jahit kedua bagian bahu ke bagian depan dan belakang sweater dengan menggunakan jarum tapestry/sewing needle.

Langkah 27: Mulailah membuat bagian leher dengan mengikatkan ujung benang pada salah satu sts yang ada, lalu ambil sts sebanyak mungkin untuk menghindari kesalahan pada lubang leher nantinya.

Langkah 28: Kurangi jumlah sts hingga tersisa 76 sts (atau jumlah kelipatan 4) dengan membuat K sebanyak 6 putaran.

Langkah 29: Balik rajutan (wrong side) lalu buat motif rajutan ribbing sts dengan pola P2, K2 sebanyak 30 putaran.

Langkah 30: BO 76 sts.

Langkah 31: Potong benang dengan menyisakan beberapa centimeter, lalu rapikan.

Dan sweater rajut pun siap menghangatkan hari-hari sibuk anda. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Keterangan:

  • CO = cast on.
  • Sts = stitch.
  • K = knit.
  • P = purl.
  • Sl = slip.
  • BO = bind off.
  • K2Tog = knit two together.

Bagaimana komentar Anda?