Peralatan Merajut Knitting yang Perlu Anda Miliki


Pada artikel yang berjudul apa itu rajut knitting, kami sudah menyinggung tentang jarum rajut knit yang populer dengan sebutan “breien”, dengan berbagai macam ukuran mulai dari 1,25 mm hingga 20 mm. Dan bahannya pun bervariatif, ada yang berbahan besi, alumunium, bambu, dan plastik.

Memang, hanya dengan jarum rajut dan benang saja, anda sudah bisa menghasilkan berbagai karya rajutan. Namun, pola merajut yang anda pakai hanya itu-itu saja. Kalau tidak memakai 1 jenis tusuk ya menggabungkan 2/lebih tusuk dasar knitting.

Nah, untuk mendapatkan rajutan yang bervariatif, anda perlu mempelajari beberapa motif rajutan/pola dasar knitting. Sehingga hasil rajutan yang anda selesaikan memiliki berbagai motif dan bentuk yang cantik dan beragam. Selain itu juga, tentunya membutuhkan peralatan rajut yang beragam pula.

Bagi anda yang membutuhkan peralatan rajut, bisa berkunjung ke toko kami https://zonakreatif.com/shop/ yang menyediakan berbagai macam jarum rajut, benang, dan aksesoris peralatan rajut lainnya. 

Berikut beberapa bahan dan peralatan merajut knitting yang perlu anda miliki:

1. Benang rajut.

Untuk point pertama ini, kami tidak perlu menerangkan secara detail. Karena pada artikel panduan lengkap merajut bagi pemula sudah dikupas panjang lebar, mulai dari jenis benang rajut, ukuran, ciri dan karakteristik dari masing-masing benang, hingga perkiraan harga.

2. Jarum rajut (breien/knitting needle).

Selain bahan dan ukuran yang bervariatif, jarum rajut pun memiliki tipe yang berbeda, yaitu: single pointed needle/SPN (satu ujung runcing dan ujung pasangannya berbentuk bulat besar atau bentuk lainnya yang berfungsi untuk mencegah benang tergelincir). Single pointed biasanya digunakan untuk merajut syal/scraf. 

Tipe yang kedua adalah double pointed needle (DPN), dimana kedua ujung jarum runcing (tanpa ada penahan bentuk bulat/lainnya di pangkal jarum), dan merupakan jarum rajut yang tertua. Jarum rajut jenis ini biasanya digunakan untuk membuat kaos kaki rajut dan rajutan dengan ukuran yang kecil. 

Konon katanya, jarum rajut yang berbahan bambu merupakan knitting needle yang paling nyaman untuk digunakan. Karena tidak menimbulkan rasa sakit jika digunakan untuk merajut dalam waktu lama. Tapi hal ini tergantung dari pengalaman masing-masing, karena tiap orang punya pendapat dan pengalaman yang berbeda.

3. Jarum rajut melingkar (Circular Knitting Needle). 

Untuk point yang ketiga ini memang termasuk jarum rajut, tapi dengan bentuk dan fungsi yang berbeda. Jarum rajut jenis ini terdiri dari jarum pasangan seperti knitting needle lainnya. Namun, keduanya tidak terpisah, alias kedua pangkal jarum dihubungkan dengan bahan lentur kecil seperti selang air.

Karena bentuk jarum yang melingkar inilah, Circular Knitting Needle sangat cocok dipakai untuk merajut cowl, topi/beanie, syal/scraf, kaos kaki, maupun rajutan lainnya dengan penggunaan stitch yang beragam, seperti sweater dan cardigan.

4. Jarum rajut yang berguna untuk membuat pola yang berliku (Cable Needle). 

Sebenarnya, jarum rajut ini hanya merupakan jarum tambahan yang tidak harus anda miliki, karena penggunaanya tidak terlalu sering. Tapi, jika anda termasuk orang yang suka membuat rajutan yang memiliki pola berliku, seperti: topi rajut, sweater, maupun ketrampilan merajut lainnya, maka anda perlu membelinya.

Karena di samping kaitan benang yang berliku tidak akan tampak indah dengan hasil maksimal jika menggunakan jarum selain jenis ini. Anda juga harus memakai salah satu jarum rajut untuk membuat pola berliku, dengan cara melepaskan tusuk rajut utama dari benang dan memasukkan pada tusuk rajut berliku. Ribet kan jadinya? Kecuali anda memakai stitch holder.

Jenis cable needle bermacam-macam dengan bahan yang berbeda. Namun yang perlu anda perhatikan adalah penggunaan cable needle harus sesuai dengan diameter tusuk rajutan yang sedang anda kerjakan, jika tidak, maka akan merusak rajutan anda.

5. Jarum tapestry/jarum jahit (Sewing Needle). 

Jenis alat rajut yang satu ini merupakan jarum yang berbentuk sama persis dengan jarum jahit, tapi dengan ukuran yang lebih besar. Selain berfungsi untuk memasukkan ujung benang akhir pada rajutan sebelum finishing, jarum tapestry ini juga berguna untuk menggabungkan dua/lebih lembaran rajutan yang sudah jadi (mattress stitch).

6. Pelindung jarum (Point Protektor). 

Pelindung jarum/point protektor merupakan salah satu peralatan merajut yang berguna untuk menutup ujung jarum rajut agar tusuk yang sudah ada tidak terlepas pada saat anda ingin menunda rajutan dan melanjutkannya di lain waktu.

Sama halnya dengan alat merajut lainnya, Pelindung jarum/point protektor juga bentuknya bervariasi, ada yang 1 lubang, ada juga yang 2 lubang sekaligus dengan bentuk yang bermacam-macam hingga bentuk binatang. Bahkan sekarang sudah dimodifikasi dengan kaitan bermanik-manik yang menghubungkan satu point protektor dengan lainnya.

7. Penanda tusukan (stitch marker). 

Seperti namanya, stitch marker/penanda tusukan digunakan untuk menandai tusuk pertama/terakhir di baris pada rajutan melingkar, dan untuk pengingat/penanda pergantian pola merajut tertentu di sebuah rajutan. Ada beberapa macam bentuk stitch marker/penanda tusukan, yaitu: ring, bentuk koma, peniti, dan bentuk seperti gantungan kunci dengan aksesoris dan hiasan yang beragam.

8. Stitch holder. 

Nah, peralatan rajut yang satu ini bisa jadi solusi bagi anda yang suka rajutan dengan pola merajut yang berliku. Karena fungsi dari stitch holder adalah bisa dijadikan pengaman untuk menyimpan tusuk rajutan yang sudah ada, semisal anda meminjam jarum rajut untuk digunakan membuat pola berliku. Atau sebagai penyimpan rajutan tanpa jarum yang menempel.

9. Pengukur diameter jarum knitting (Knitting Gauge). 

Tidak semua jarum rajut (knitting needle) disertai dengan ukuran pada pangkal jarum. Akibatnya, anda akan kesusahan dalam membedakan ukuran berapa jarum rajut yang ada, jika anda termasuk orang yang memiliki jarum rajut dengan berbagai ukuran dan dicampur aduk menjadi satu.

10. Penghitung baris (Row Counter). 

Tidak sedikit perajut yang kesulitan dalam mengingat hitungan baris yang sudah dibuat, terutama bagi pemula. Sehingga banyak perajut yang membuat catatan kecil, mengingat-ngingat, bahkan ada yang menghitung secara manual.

Dengan menggunakan penghitung baris/row counter, anda tidak perlu repot-repot harus mengingat-ngingat maupun menghitung baris secara manual. Karena alat merajut ini sangat cukup membantu untuk menghitung baris yang sudah ada.

11. Pom-pom maker. 

Terkadang dalam sebuah rajutan ada hiasan yang terbuat dari beberapa potongan benang berbentuk bulat dan lucu seperti pom-pom. Alat rajut yang satu ini bisa membantu anda dalam membuat pom-pom tersebut. Jadi anda tidak perlu memotong beberapa benang dengan ukuran yang sama untuk membuat pom-pom.

12. Alat penggulung benang (knitting bobbins). 

Alat rajut yang ini digunakan untuk menggulung benang rajut (yard ball) sementara waktu seperti namanya. Karena tidak selamanya motif rajutan/pola dasar merajut membutuhkan 1 atau 2 jenis benang saja. Tetapi ada juga yang membutuhkan 3 atau lebih jenis benang sekaligus, misalnya teknik intarsia.

Karena banyak benang yang menjuntai (yard ball) sementara jarum rajut hanya 2, sehingga butuh alat penggulung benang (knitting bobbins) agar beberapa yard ball tersebut tidak berantakan dan terurai ke mana-mana. Dengan knitting bobbins, dipastikan yard ball aman karena terdapat alat penjepit ujung benang.

13. Gunting benang.

Namanya juga merajut, sebuah proyek yang selalu berhubungan dengan kaitan benang, otomatis membutuhkan gunting berukuran kecil untuk menggunting benang.

14. Meteran kain. 

Tidak hanya menjahit saja yang membutuhkan meteran kain, tapi merajut juga lho. Anda perlu sebuah meteran kain untuk mengukur gauge sebelum anda merajut. Misalnya merajut baju anak, kaos kaki, dan sebagainya.

15. Jarum pentul/Pins. 

Pada saat rajutan anda selesai, butuh teknik blocking (finishing) untuk membentuk rajutan agar sesuai dengan pola yang anda inginkan, dan terlihat lebih indah serta rapi. Dalam blocking ini tentunya membutuhkan jarum pentul/pins untuk mengunci tepi rajutan dalam proses blocking.

Demikianlah beberapa alat dan bahan untuk merajut yang perlu anda miliki, terutama bagi pemula. Karena biasanya perajut pemula lebih tertantang untuk mencoba-coba pola rajutan baru. Semoga bermanfaat!

Bagaimana komentar Anda?