Motif Rajutan The Linen Stitch


The linen stitch merupakan pola knitting yang menggunakan slipped stitch yang membentuk sedikit bar (tusuk penghubung antara 2 sts). Sehingga menghasilkan motif rajutan tangan dengan bentuk anyaman seperti linen.

Pola rajutan ini dinamakan linen stitch karena sesuai dengan namanya ‘linen’, dimana kain linen terkenal dengan ciri khas dan karakteristik yang kaku dan tebal, tetapi halus dan lembut di kulit. Begitu juga dengan linen stitch, yang menghasilkan model rajutan yang terlihat padat, kaku, dan tebal seperti anyaman linen.

Motif linen stitch sangat cocok digunakan untuk membuat aneka rajutan dari benang wol berbentuk syal/scraf dan aneka kreasi rajutan tangan bentuk topi. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk digunakan dalam menghasilkan kerajinan tangan rajutan lainnya, seperti: sarung tangan, kaos kaki rajut, dan baju rajut bayi. Karena jenis rajutan ini terkenal dengan motif yang cantik dan menghangatkan.

Hasil rajutan dari linen stitch ini lebih rapat dan kencang (tidak melar) dibandingkan dengan motif stockinette stitch. Maka dari itu, sebelum anda membuat rajutan, pastikan untuk mengukur obyek yang akan anda buat. Jangan sampai nanti setelah kerajinan benang rajut anda selesai, ternyata ukurannya kekecilan.

Selain itu, bagian rajutan right side (sisi depan/sisi luar) dan wrong side (sisi belakang/sisi dalam) sangat berbeda. Maka tidak heran jika pola linen stitch ini disebut sebagai pola jenius dan juga pola kain. Kenapa disebut pola jenius? Karena kedua sisi rajutan sangat jauh berbeda. Dan disebut pola kain, karena bentuk rajutannya mirip seperti anyaman kain linen. 

Anda bisa menggunakan kedua sisi rajutan (baik right side maupun wrong side) untuk dijadikan sisi luar, karena sisi keduanya benar-benar terlihat sangat berbeda dengan model yang cantik dan eksklusive. Jadi, seolah-olah anda memiliki 2 syal rajut dengan motif rajutan yang berbeda.

Berikut langkah-langkah dalam membuat rajutan dengan pola linen stitch:

Langkah 1: Buat CO (jumlah sts sesuai yang diperlukan).

Langkah 2:
Baris 1: *K1, slip 1 dengan posisi benang rajut di depan, ulangi dari tanda * hingga sts di baris tersisa 1, K1.
Baris 2: *P1, slip 1 dengan posisi benang di depan, ulangi dari tanda * hingga sts di baris tersisa 1, P1.

Langkah 3: ulangi baris 1&2 hingga mendapatkan panjang rajutan yang anda inginkan.

Tips:
Pada saat anda melakukan slip, pastikan posisi jarum rajut berada pada posisi saat anda membuat purl.

Bagaimana komentar Anda?