Blocking Rajutanmu agar Tampil Lebih Cantik dan Rapi


Pada artikel sebelumnya, cara menutup rajutan atau mengakhiri rajut knitting (bind off/cast off), saya sudah menyinggung bahwa teknik blocking berbeda dengan teknik BO. Karena memang sangat jauh berbeda. Teknik BO digunakan untuk menutup rajutan atau mengakhiri tusuk rajut knitting. Sedangkan teknik blocking adalah langkah akhir dalam merajut (finishing) untuk membentuk rajutan agar sesuai dengan pola merajut yang diinginkan.

Penting nggak sih teknik blocking dalam sebuah rajutan? Kenapa harus repot-repot memblocking segala, padahal kalau rajutan sudah jadi kan bisa langsung dipakai? Iya, memang hal itu benar. Dan nggak salah jika anda langsung memakai rajutan yang baru anda selesaikan.

Berdasarkan pengalaman, karya rajutan saya bukan hanya tidak rapi, tapi bisa dibilang ‘belepotan’. Meskipun begitu, tetap pede memakainya, karena tertutupi dengan rasa puas sudah berhasil menyelesaikan sebuah karya rajutan dan bangga bisa memakai hasil rajutan sendiri, hihihi

Namun, tidak semua hasil rajutan selalu rapi, apalagi bagi yang baru belajar merajut. Karena pengaturan tusukan benang rajut belum sama, ada yang sempit, ada yang longgar. Ditambah lagi bahan rajutan adalah benang, pastinya ada yang kelilit, tusuk tidak beraturan, terlihat bertumpuk, dan sebagainya. Sehingga dibutuhkan teknik blocking.

Nah, bagi anda para rajuter yang sudah selesai merajut dan ingin membentuk rajutan sesuai dengan yang anda inginkan/sesuai dengan pola merajut aslinya, tidak ada salahnya untuk mencoba teknik blocking ini. Karena hasilnya nanti akan terlihat lebih cantik dan rapi dibanding sebelum diblocking. Nggak percaya, buktikan sendiri!

Ada beberapa cara dalam melakukan teknik blocking, tergantung dari jenis dan karakter benang yang digunakan.

Berikut beberapa cara melakukan blocking rajutan:

1. Wet block (teknik blocking basah)

Semua jenis benang rajut yang berbahan serat alami bisa menggunakan teknik blocking basah. Jenis benang rajutnya antara lain: wool, mohair, cashmere, dan alpaca. Namun yang perlu diingat, benang rajut tersebut jika dalam keadaan basah, seratnya ‘rawan’ putus/rusak. Jadi pastikan tidak tersangkut apapun (jari, cincin, atau sejenisnya) pada saat anda memblockingnya.

bahan dan alat yang diperlukan antara lain:

– Rajutan,
– Alas blocking, berupa: matras busa/matras karet/styrofoam/karpet anak-anak/apapun yang rata dan keras namun masih bisa ditusuk jarum pentul dan tidak menyerap air,
– Handuk,
– Jarum pentul/T pin,
– Ember/sejenisnya,
– Deterjen.

Cara melakukan teknik blocking basah (wet block):

Langkah 1: Siapkan air hangat di ember yang sudah dicampur dengan deterjen. Atau anda bisa menggunakan westafel untuk merendam.

Langkah 2: Rendam rajutan kurang lebih selama 1 jam (pastikan bagian rajutan terendam semua).

Langkah 3: Setelah direndam 1 jam, angkat rajutan sambil ditekan-tekan agar kadar airnya berkurang (jangan dipelintir/diputar karena akan merusak rajutan).

Langkah 4: Bentangkan rajutan yang masih basah di atas handuk yang dilebarkan, lalu gulung bersama handuk seperti anda membuat bolu gulung. Kemudian tekan-tekan handuk yang berisi rajutan agar handuk dapat menyerap kadar air yang masih tersisa.

Langkah 5: Bentangkan rajutan yang masih lembab di atas alas blocking sambil ditarik pelan-pelan tiap ujungnya sesuai dengan bentuk yang anda inginkan.

Langkah 6: Pasang jarum pentul/T pin pada ujung rajutan secara menyeluruh agar tidak berubah bentuk yang disebut pinning.

Langkah 7: Biarkan rajutan tetap menempel di alas blocking hingga benar-benar kering dengan suhu ruangan (biasanya butuh waktu ± 24 jam).

Langkah 8: Setelah kering, rajutan siap dipakai.

2. Spritz block (teknik blocking semprot)

Teknik blocking yang kedua ini hampir sama dengan teknik blocking basah di atas. Bedanya hanya terletak pada cara membasahi rajutan. Cara pertama dengan direndam ± 1 jam, sementara teknik blocking ke-2 ini hanya disemprot air hingga basah lembab.

Ada beberapa jenis benang rajut yang bisa menggunakan metode ke-2 ini dalam hal memblocking, yaitu: rayon, katun, silk, serat hewani, dan tencel.

Bahan dan alat yang diperlukan untuk melakukan spritz block:

– Rajutan,
– Botol spray lengkap,
– Alas blocking,
– Jarum pentul/T pin,
– Air.

Cara melakukan teknik blocking semprot (spritz block):

Langkah 1: Siapkan alas blocking lalu bentangkan rajutan di atasnya.

Langkah 2: Tarik semua sisi rajutan yang ingin dibentuk secara perlahan-lahan.

Langkah 3: Pasang jarum pentul/T pin pada sisi yang ingin dibentuk agar tidak berubah (pinning).

Langkah 4: Isi botol spray dengan air lalu semprotkan ke rajutan hingga rajutan basah (pastikan seluruh bagian rajutan basah lembab).

Langkah 5: Biarkan hingga rajutan kering.

3. Steam block (teknik blocking uap)

Jenis benang rajut yang cocok untuk menggunakan teknik blocking uap ini hanya jenis benang akrilik saja, tapi mencakup semua jenis benang akrilik. Teknik blocking uap terbilang teknik blocking yang paling cepat/tidak memerlukan waktu lama dibanding kedua teknik di atas.

Bahan dan alat yang diperlukan untuk melakukan teknik steam block:

– Rajutan,
– Alas blocking,
– Kain untuk penutup rajutan,
– Setrika uap,
– Jarum pentul/T pin.

Cara melakukan teknik blocking uap (steam block):

Langkah 1: Siapkan alas blocking lalu bentangkan rajutan di atasnya.

Langkah 2: Tarik seluruh sisi rajutan yang ingin dibentuk secara perlahan-lahan.

Langkah 3: Pasang dengan jarum pentul tiap bagian yang ingin dibentuk agar tidak berubah posisi (pinning).

Langkah 4: Tutup rajutan dengan menggunakan kain.

Langkah 5: Arahkan setrika uap ke kain (hampir menyentuh kain dan jangan ditekan) secara merata, sehingga ada jeda 1 menit uap panas dari setrika sampai ke rajutan.
Atau ganti dengan kain tebal seperti handuk tebal jika anda ingin setrika uap langsung menyentuh kain.

Langkah 6: Biarkan hingga rajutan kering.

Jika tidak ada setrika uap, maka anda bisa menggunakan setrika biasa, caranya:

Langkah 1-3 seperti langkah di atas.

Langkah 4: Siapkan kain katun tipis dan basahi dengan air (kain lembab), lalu gunakan untuk menutup/melapisi rajutan.

Langkah 5: Arahkan setrika panas di atas kain (hampir menyentuh kain). Lakukan hal ini secara merata hingga mengenai seluruh bagian rajutan.

Langkah 6: Biarkan hingga rajutan kering.

Penggunaan lace blocking wire set

Apa itu lace blocking wire set? Lace blocking wire set adalah alat bantu yang digunakan untuk memblocking atau membentuk rajutan sesuai dengan bentuk yang anda inginkan. Dengan alat ini, pekerjaan memblocking anda jadi terbantu, dan proses memblocking pun menjadi lebih mudah dengan hasil yang lebih rapi dibanding anda memblocking rajutan secara manual. Bentuk alatnya seperti ini 

Contoh penggunaan lace blocking wire set:

a. Scraf panjang 

Cara penggunaan alat ini pada scraf panjang yaitu: masukkan kabel melalui lubang di pinggiran scraf seperti jahit jelujur, dengan 1 buah kabel di setiap sisi scraf. Kemudian pasang T pin/jarum pentul anti karat di semua sisi dengan jarak ± 10 cm.

b. Shawl bulat/circular shawl 

Masukkan kabel pada pinggiran lingkaran dengan cara jelujur. Tarik shawl agar membentuk seperti yang anda inginkan, lalu pasang T pin di titik pusat dan pinggiran lingkaran.

c. Shawl setengah lingkaran/semi circular shawl 

Masukkan kabel pada pinggiran atas yang lurus/rata dengan cara jelujur. Lalu pasang T pin tepat di titik tengah (untuk memastikan panjang sisinya sama saat ditarik). Kemudian pasang kabel di pinggiran setengah lingkaran, tarik semua sisi dan rapikan dengan memasang T pin.

d. Shawl segitiga/triangle shawl 

Masukkan kabel pada ketiga sisi shawl secara menjelujur. Apabila shawl segitiga memiliki bentuk sudut yang runcing/scallope, maka masukkan kabel di tiap lubang sudut/scallope eyelets, agar ketiga sudut sama panjang dan rapi. Lalu pasang T pin di ketiga sudut tersebut. Jika perlu, tambahkan T pin di tiap seperempat bagian segitiga agar keseimbangannya tidak berubah.

e. Shawl segi empat/rectagle shawl

Penggunaan lace blocking wire setnya sama dengan metode pada scraf panjang. Namun, cara merapikan keempat sudut segi empat sama seperti sudut segitiga di atas.

Itu tadi penjelasan singkat tentang blocking rajutan. Mudah kan prosesnya? Semoga bermanfaat!

Bagaimana komentar Anda?