Ide Kreatif Membuat Jas Hujan Warna-warni

jas-hujan-anak

Advertisment

Pada tahun 2015 lalu, Indonesia digembor-gemborkan dengan istilah El Nino (anak laki-laki kecil) yang mengakibatkan musim kemarau terparah sepanjang sejarah. Setelah El Nino berakhir, datanglah kembarannya yaitu La Nina (anak gadis kecil) mulai Januari 2016 yang mengakibatkan meningkatnya risiko hujan deras. Ditambah potensi tanah longsor dan puting beliung.

Hal yang kita rasakan adalah turunnya hujan hampir tiap hari dari pagi sampai malam. Akibatnya, mau nggak mau segala aktifitas di luar ruangan harus memakai jas hujan. Termasuk anak-anak ketika berangkat dan pulang sekolah, apalagi yang diantar pakai motor.

Berbicara tentang jas hujan, ayoo siapa yang tau penemu jas hujan pertama kali? Dia adalah Charles Macintosh, seorang ahli kimia berkebangsaan Skotlandia yang lahir pada Desember 1766. Charles Macintosh pertama kali mematenkan metode pembuatan bahan anti air dengan mencampurkan karet yang sudah dihancurkan sebelumnya bersama aspal cair pada tahun 1823.
Ternyata, bahan dasar pembuat jas hujan ini proses pembuatannya tidak sesederhana seperti fungsinya ya. Berbagai percobaan pun  dilakukan, hingga dia mencoba menggunakan bahan wol dan menambahkan zat hasil temuannya pada salah satu sisi bahan wol tersebut.

Tiga tahun sebelum Charles mematenkan metodenya, Thomas Hancock lebih dahulu mematenkan teknik penciptaan bahan elastis yang digunakan dalam pembuatan sarung tangan, tali selempang, sepatu, dan stoking. Akhirnya Thomas Hancock dan Charles Macintosh bekerja sama menciptakan bahan anti air yang nyaman di segala cuaca. Bahan anti air ini kemudian diberi nama Mackintosh. Dan tentu saja, bahan ini juga yang digunakan untuk membuat jas hujan.

Nah, sudah tau kan penemu pertamanya siapa. Sekarang kita kembali ke judul. Ada berbagai model jas hujan, antara lain : jas hujan seperti baju (atasan dan celana), model kelelawar, model ponco seperti jubah, baik yang rensleting pendek maupun penuh. Bahan pembuatannya pun bermacam-macam. Dari sekian banyak jenis jas hujan, rata-rata warnanya polos, padahal kita tahu sendiri, anak-anak identik suka dengan warna cerah dan warna-warni. Makanya kita buat sendiri aja. Mudah dan simple kok buatnya.

Advertisment

Bahan dan alat yang diperlukan untuk membuat jas hujan warna-warni:
– Bungkus snack ringan/plastik kemasan bekas (salah cetak)
– Gunting
– Pena/spidol
– Benang dan jarum jahit
– Ritsleting

Cara membuat jas hujan warna-warni dari bungkus plastik kemasan bekas:
Langkah 1: Bungkus snack kita bentangkan lalu kita gambar pola badan, tangan, dan topi pelindungnya.
Jika kesulitan dalam menggambar pola pada bungkus, maka liat pada artikel sebelumnya dengan cara menjiplak.

Langkah 2: Potong mengikuti pola yang dibentuk (selalu sisakan bungkus dari ukuran pola beberapa centimeter untuk lipatan dan jahitan).

Langkah 3: Setelah dipotong, sambung bungkus snack yang sesuai pola satu-persatu dengan jahitan.

Langkah 4: Yang terakhir pasang rensleting.

Selesailah jas hujan warna-warni, anak-anak pasti menyukainya. Tinggal dipraktekin aja ide kreatifnya. Selamat mencoba…

Nb : Bahan dari jas hujan ini adalah pembungkus makanan ringan yang salah cetak. Kita bisa mendapatkannya di tempat pengumpulan barang bekas plastik/tukang loak.
Jas hujan ini sangat kuat dikarenakan berbahan pembungkus snack tebal dan dalamnya disertai aluminium foil serta air tidak merembes disela-sela jahitannya karena jahitannya hanya untuk menyatukan pola bukan untuk menyatukan bagian pembungkus kecil yang disatukan seperti kebanyakan jas hujan daur ulang lainnya. Bisa memakai model seperti baju (atasan dan celana) untuk memudahkan pemakaian dan nggak perlu khawatir terbang tertiup angin, karena melekat pas di badan.

Advertisment
  • Add Your Comment